Seputar Depok

Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1441 H

“Kami senang Bang Pradi datang. Tetapi disini kami tidak mengkotakkotakan kehadiran undangan, meskipun saat ini di Depok sudah mulai marak rencana pemilihan walikota yang penyenggaraannya 2020. Mungkin saja yang kami telah undang, ada keggiatan yang lain dan dirasakan lebih penting. Jangan dipolitisasilah,“ ujar anggota legislatif ini diplomatis.

tribundepok.com –  Badan Kontak Majelis Ta’lim Kecamatan Sukmajaya menyelenggarakan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1441 H, bertempat di Mesjid Al Huda , Griya Asri, Sukmajaya . Hadir dalam kesempatan tersebut Wakil Wali Kota H. Pradi Supriatna, Anggorta DPRD Kota Depok Juanah Sarmili, Camat Sukmajaya Tito Ahmad Riyadi, Lurah Mekarjaya Zaenal arifin, Ketua DPD Golkar Depok Farabi, Tokoh Masyarakat H. Ma’Ruf, H. Usman dan lain sebagainya. Dan menghadirkan Penceramah Abdul Rahman Al Farigi dan Riki Yakub (Jaka Tarub).

Hampir 700 Jamaah dari berbagai macam majelis Ta’lim yang ada dari enam kelurahan di Kecamatan Sukmajaya berkumpul, bersilahturahmi menghadiri peringatan Maulid Nabi Muhammad ini, dengan penuh hikmad.

“ Selain ajang silahturahmi, kegiatan ini juga merupakan pengajian bulanan untuk memperkuat ukhuwah Islamiyah, mempertebal keimaman dan ketaqwa’an, Yang hadir cukup ramai karena kebetulan bersamaan adanya peringatan Maulid, maka seluruh majelis ta’lim se kecamatan kami undang, bersama tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh pemuda,’ ujar Juanah Sarmili, selaku ketua panitia pelaksana.

Ditanya awak media perihal sinyal keberpihakan partainya pada calon tertentu mengingat ketua DPD Golkar dan salah satu calon kuat walikota Depok hadir dalam kegiatan tersebut , Juana spontan mengelak.

“Kami senang Bang Pradi datang. Tetapi disini kami tidak mengkotakkotakan kehadiran undangan, meskipun saat ini di Depok sudah mulai marak rencana pemilihan walikota yang penyenggaraannya 2020. Mungkin saja yang kami telah undang, ada keggiatan yang lain dan dirasakan lebih penting. Jangan dipolitisasilah, “ ujar anggota legislatif ini diplomatis.

Ia pun mengingatkan agar media tak mencampuradukkan permasalahan. “ Kegiatan keagamaan semestinya harus murni hanya meningkatkan keimanan dan ketaqwaan saja dan jangan ada embel embelnya,” pungkas Juanah Sarmili. ( toro )

Show More

Related Articles

Leave a Reply

Back to top button
Close
Close