tribundepok.com – Perhelatan Lebaran Depok 2026 tak hanya menjadi ajang hiburan dan pelestarian budaya, tetapi juga momentum penting untuk mengangkat potensi pelaku usaha lokal. Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kota Depok turut ambil bagian dalam acara yang berlangsung pada 5–9 Mei 2026 itu dengan menghadirkan berbagai produk unggulan UMKM dan industri kreatif binaan.
Stan Dekranasda menjadi salah satu pusat perhatian pengunjung di kawasan acara. Beragam produk khas karya pengrajin lokal dipamerkan, mulai dari batik, aksesori, kerajinan tangan, hingga produk kreatif ramah lingkungan yang sarat nilai seni.
Anggota Dekranasda Kota Depok, Eka Susianah, mengatakan keikutsertaan dalam Lebaran Depok merupakan bentuk komitmen Dekranasda dalam mendorong produk UMKM dan industri kecil menengah (IKM) agar semakin dikenal masyarakat luas.
“Dekranasda hampir setiap tahun mengikuti ajang Lebaran Depok. Tahun ini kami menampilkan berbagai karya unggulan, khususnya batik khas Depok seperti motif Gong Si Bolong dan belimbing yang menjadi identitas daerah,” ujar Eka di Depok, Kamis.(7/5/2026)
Motif batik khas Depok tersebut menjadi simbol kekayaan budaya lokal yang terus dijaga dan dikembangkan oleh para pengrajin. Selain batik, pengunjung juga dapat melihat aneka aksesori mutiara, kerajinan kulit, hingga produk berbahan daur ulang yang dikemas secara modern dan kreatif.
Menurut Eka, seluruh produk yang dipamerkan telah melalui proses kurasi bersama agar memiliki kualitas baik dan mampu bersaing di pasar yang lebih luas.
Tak sekadar menghadirkan pameran, Dekranasda juga menggelar demo kerajinan sebagai sarana edukasi bagi masyarakat. Salah satu yang menarik perhatian adalah pengolahan limbah plastik kresek menjadi produk bernilai guna dan memiliki nilai estetika tinggi.
Karya-karya ramah lingkungan tersebut bahkan tampil di panggung utama Lebaran Depok 2026 melalui fashion show bertema daur ulang kreatif.
Salah satu produk yang mencuri perhatian berasal dari jenama lokal Andya Handmade yang mengusung konsep upcycle atau mengolah bahan bekas menjadi produk baru yang lebih bernilai.
Melalui tangan kreatif para perajin, limbah plastik kresek disulap menjadi tas, pouch, hingga berbagai produk craft unik dengan tampilan modern dan artistik.
“Setiap produk kami dibuat dari bahan yang sering dianggap limbah, seperti plastik kresek, lalu diolah menjadi tas, pouch, dan berbagai karya craft yang unik. Tidak ada dua produk yang sama, semuanya punya karakter masing-masing,” ujar perwakilan Andya Handmade.
Produk Andya Handmade menjadi salah satu peserta yang lolos proses kurasi oleh Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagin) bersama Dekranasda Kota Depok untuk tampil dalam ajang tersebut.
Kehadiran Dekranasda di Lebaran Depok 2026 diharapkan mampu membuka peluang pasar yang lebih luas bagi para pelaku UMKM lokal. Selain memperkenalkan produk khas daerah, ajang ini juga menjadi ruang bagi para pengrajin untuk menunjukkan kreativitas sekaligus mendorong ekonomi kreatif berbasis budaya dan lingkungan.( * )
Editor : Joko Warihnyo
