tribundepok.com – Universitas Indonesia semakin memperkuat langkahnya di panggung akademik internasional. Kampus ternama tersebut membidik peran lebih besar dalam jejaring Association of Pacific Rim Universities (APRU) dengan mendorong kolaborasi riset lintas negara serta pengembangan pendidikan berbasis pengalaman di kawasan Asia-Pasifik.
Komitmen itu mengemuka dalam courtesy visit APRU ke Gedung Rektorat Kampus UI Depok, Rabu (6/5/2026). Kunjungan tersebut menjadi momentum strategis untuk memperkuat jejaring akademik internasional sekaligus membuka peluang kerja sama yang lebih luas antaruniversitas riset dunia.
Rombongan APRU dipimpin langsung oleh Chief Executive APRU, Thomas Schneider, dan disambut delegasi UI yang dipimpin Wakil Rektor Bidang Akademik UI, Mahmud Sudibandriyo.
Dalam sambutannya, Prof. Mahmud menegaskan bahwa kunjungan APRU bukan sekadar agenda diplomasi akademik, tetapi juga bagian dari upaya membangun model kolaborasi pendidikan dan riset yang lebih relevan dengan tantangan global saat ini.
“Kunjungan APRU ke UI bukan hanya memperkuat jejaring akademik internasional, tetapi juga membuka ruang bagi universitas riset di Asia-Pasifik untuk merancang model kolaborasi yang lebih relevan dengan kebutuhan masyarakat global,” ujar Mahmud
Menurutnya, UI melihat pentingnya menghubungkan riset lintas ekosistem dengan pendidikan berbasis pengalaman agar mahasiswa dan dosen dapat terlibat langsung dalam penyelesaian persoalan nyata di masyarakat.
Sebagai konsorsium internasional yang bermarkas di Hong Kong, APRU selama ini dikenal aktif membangun kolaborasi antaruniversitas terkemuka di kawasan Asia-Pasifik, Amerika, hingga Oseania. Fokus utamanya mencakup pengembangan riset, inovasi pendidikan tinggi, hingga respons terhadap berbagai isu global seperti perubahan iklim, kesehatan, ketahanan pangan, transformasi digital, dan pembangunan berkelanjutan.
Dalam pertemuan tersebut, APRU memaparkan sejumlah program unggulan yang membuka peluang besar bagi keterlibatan UI.
Salah satunya adalah program field school lintas ekosistem yang memungkinkan mahasiswa belajar langsung di kawasan hutan tropis, wilayah konservasi, hingga komunitas adat di berbagai negara Asia-Pasifik.
Program ini mengintegrasikan pembelajaran lapangan, riset kolaboratif antaruniversitas, serta keterlibatan masyarakat lokal dalam satu ekosistem pendidikan global.
Selain isu lingkungan, APRU juga memperkenalkan program bertema keberagaman dan inklusi global seperti Asian Pacific Women in Leadership yang fokus memperkuat kapasitas kepemimpinan perempuan melalui mentoring, pelatihan, dan jejaring internasional.
Tak hanya itu, APRU turut mengembangkan inisiatif Indigenous Knowledges sejak 2019 sebagai wadah pertukaran pengetahuan berbasis kearifan lokal dan kajian masyarakat adat di kawasan Asia-Pasifik.
Program tersebut kini diperluas melalui skema pembelajaran daring yang memungkinkan mahasiswa dari berbagai komunitas adat terlibat aktif dalam pengembangan ilmu sosial dan humaniora berbasis perspektif lokal-global.
APRU juga memaparkan sejumlah program lain seperti Open Dialogue Program, Certificate in Global Climate Change Simulation, hingga Sustainable Citizenship Program yang melibatkan mahasiswa lintas negara dalam forum diskusi, konferensi, lokakarya, serta pembelajaran berbasis pengalaman mengenai isu keberlanjutan dan kewarganegaraan global.
Sementara itu, UI menyampaikan komitmennya untuk meningkatkan partisipasi aktif dalam berbagai program APRU, termasuk peluang menjadi lead university dalam proyek kolaborasi internasional.
UI juga menyoroti pentingnya mekanisme pengajuan program yang lebih terbuka dan akses informasi yang lebih jelas agar universitas anggota dapat lebih aktif mengembangkan inisiatif kolaboratif sesuai kebutuhan riset dan pendidikan kawasan Asia-Pasifik.
Melalui platform APRU, UI berharap dapat memperluas visibilitas berbagai program internasional yang dimiliki, mulai dari pertukaran mahasiswa, konferensi global, hingga riset kolaboratif lintas negara.
Dalam diskusi lanjutan, kedua pihak sepakat memperkuat komunikasi berkelanjutan guna merancang program kolaboratif yang tidak hanya fokus pada mobilitas akademik, tetapi juga inovasi pendidikan dan kontribusi nyata terhadap masyarakat global.
Kunjungan ini sekaligus menegaskan posisi UI sebagai salah satu universitas riset berkelas dunia yang terus aktif memperluas jejaring internasional demi mendorong pengembangan ilmu pengetahuan, pendidikan, dan solusi atas berbagai tantangan global melalui kolaborasi strategis lintas negara.*
Editor : Joko Warihnyo
