tribundepok.com — Memasuki tahun ke tujuh Lebaran Depok tetap jadi gelaran budaya yang diminati .Acara yang berlangsung dari 5 -9 Mei 2026 tersebut memang sudah ditutup semalam setelah konser Wali dan Opera Gugurnya Letnan Margonda digelar. Namun ada sisi menarik, meski didukung sepenuhnya oleh KOOD ( Kumpulan Orang-Orand Depok) pimpinan Baba Dahlan, Lebaran Depok kali ini juga diperkaya oleh nuansa budaya Nusantara, tak hanya Budaya Betawi Depok.
Yang unik lainnya lewat acara akbar ini nampak kaborasi solid antara anggota dewan dari berbagai fraksi , Forkopimda dan OPD serta tokoh budaya dan tokoh masyarakat kota Depok seperti Baba Dahlan, Nina Suzana, H Yahman, H Maksum, H. Acep untuk memeriahkannya.
Hamzah, sebagai ketua penyelenggara menegaskan, Lebaran Depok yang mengusung tema “Depok Rumah Kita” ini merupakan festival tahunan yang menjadi wadah pelestarian budaya Betawi namun kali ini lebih diperluas dengan menghadirkan aneka Budaya Nusantara. Dan ini menjadi magnet bagi masyarakat berbagai penjuru Depok untuk hadir.
” Antusiasme masyarakat melimpah sejak awal hingga penutupan. Lebaran Depok bukan sekadar hiburan, melainkan simbol budaya, gotong royong, dan pelestarian kebiasaan leluhur yang mengutamakan rasa kekeluargaan antarwarga, jadi tanggungjawab kita untuk melestarikan nya. Ini energi besar bagi kebangkitan budaya lokal ,” ujar Hamzah yang juga ketua komisi B DPRD Kota Depok.

Memang sesuai namanya budaya Betawi Depok tetap dapat prioritas utama. Rangkaian Lebaran Depok 2026 sendiri telah berlangsung sejak 5 Mei dengan tradisi Ngubek Empang dan Ngaduk Dodol, dilanjutkan Nyuci Perabot pada 6 Mei, serta Motong Kebo Andil pada 7 Mei. Parade Mawalan yang berlangsung dua hari 7-8 Mei dan diikuti ratusan grup dari 11 kecamatan , ada pula Lomba nyeritain cara bikin dodol dalam bahasa Betawi yang diikuti siswa-siswi. SMP, lomba tari dan banyak lagi. Puncak acara pada 8-9 Mei diisi Pasar Pengabisan, fashion show, pawai Budaya Nusantara, opera “Gugurnya Letnan Margonda”, dan konser musik dari Wali dan El Corona.
Terkait hadirnya budaya di luar Betawi Depok di acara ini, Walikota Depok Supian Suri pun menganggap wajar .
” Merupakan simbol bahwa di kota Depok ini masyarakatnya berasal dari berbagai suku bangsa hingga kaya akan keberagaman budaya,” ujarnya bangga.
Senada dengan Supian Suri, Camat Sukmajaya Christine Desima Arthauli mengatakan bahwa meriahnya Lebaran Depok sebagai bukti kuat semangat persatuan dan kesatuan masih kental di Depok.
” Lebaran Depok merupakan ruang untuk memperkuat identitas kota Depok sebagai kota dengan keberagaman budaya, miniatur Indonesia,” ujarnya.
Sementara itu Ade Supriatna justru menyoroti antusiasme generasi muda ikut serta dalam berbagai kegiatan Lebaran Depok.
“Keterlibatan aktif generasi muda menunjukkan budaya lokal Depok masih relevan, hidup, dan dicintai milenial serta Gen Z. Karena budaya bukan cuma untuk dikenang, tapi juga dirawat dan dibanggakan bersama,” pungkasnya. ( d’ toro )
