Seputar Depok

Deklarasi RW Ramah anak Kelurahan Sukmajaya

Mudah- mudah sebelum akhir tahun ini seluruh kelurahan sudah memiliki RW Ramah Anak 100%. Ini meruapakan komitmen kami dalam peningkatan prestasi Kelurahan Layak anak,” ujarnya.

tribundepok.com –  Dalam rangka pembentukan RW Ramah anak di Kelurahan Sukmajaya, menghadirkan nara sumber Ima Halimah, Kasi Tumbuh Kembang dan Perlindungan Anak DPA-PMK, Rofikoh, dari Forum Kota Layak Anak. Acara juga dihadiri Camat Sukmajaya Tito Ahmad Riyadi, Kasi Kemasyarakatan Kecamatan Sukmajaya Asih, Lurah Sukmajaya Achmad Munandar, Ketua Pembina PKK tingkat kelurahan, Rostika dan Ketua LPM Kelurahan Sukmajaya Anwar.

Selain disi dengan materi terkait pembentukan Rw ramah anak oleh Ima Halimah diadakan pula pengukuhan RW Ramah Anak dengan penandatangan kesepakatan serta deklarasi bersama.
Camat Tito Ahmad Riyadi bersyukur di wilayahnya , hampir seluruh kelurahan sudah memiliki RW Ramah anak. “ Alhamdulillah di Kecamatan Sukmajaya sudah cukup banyak kelurahan yang 100% memiliki RW Ramah Anak diantaranya Klurahan Tirtajaya, Kelurahan Sukmajaya dan Kelurahan Cisalak.

Mudah- mudah sebelum akhir tahun ini selurah kelurahan sudah memiliki RW Ramah Anak 100%. Ini meruapakan komitmen kami dalam peningkatan prestasi Kelurahan Layak anak,” ujarnya.

Menurut Tito, pembentukan RW Ramah Anak tidak harus menunggu bantuan sapras dari pemerintah, namun lebih baik kalau wilayah tersebut bisa mandiri.

“ Contohnya ada sebidang tanah dimiliki perorangan dan dihibahkan untuk perputakaan umum, itu bisa dimaksimalkan,” paparnya.

Persyaratannya pembentukan Rw ramah anak, lanjut Tito, meliputi lima unsur, yakni legalitas anak ( KIA dan akte kelahiran), hak kesehatan anak ( mendapat pemeriksaan kesehatan di posyandu), setiap anak memperoleh hak pendidikan yang memadai, dan hak perlindungan khusus anak terhadap kekerasan yang merupakan kerjasama dengan TP2P2A.

Tito berharap setelah deklarasi tentunya kegiatan harus tetap berlanjut. “ Harus ada kegiatan yang menunjang untuk anak, baik itu perlombaan untuk anak antar RW atau ekspresi anak lainya serta setiap RW haru membuat profilnya,” ujar Tito menutup pembicaraan. ( toro ).

Show More

Related Articles

Leave a Reply

Back to top button
Close
Close