HomeHukum & KriminalSumpah Pocong: Masuki Babak Baru, Kasus Penyekapan di Rumah...

Sumpah Pocong: Masuki Babak Baru, Kasus Penyekapan di Rumah Sakit Arafiq Kedua Belah Pihak Klaim Kebenaran

tribundepok.com – Kasus dugaan Penyekapan dan penganiayaan di Rumah Sakit Arafiq Bojongsari memunculkan pertarungan hebat antara management rumah sakit dan mantan karyawan, yang dibumbui dengan tantangan sumpah pocong sebagai sorotan utama.

Pihak Managemen Rumah Sakit Arafiq, diwakili oleh Aditya SH., memberikan klarifikasi keras terkait tuduhan penganiayaan terhadap pegawai.

Mereka membantah tuduhan dan mengungkapkan bahwa sebenarnya 4 mantan karyawan mencuri barang, memicu kisah konspirasi yang memojokkan managemen. Dilaporkan bahwa laporan pencurian dengan nomor LP/B/2503/VIII/2023/Polres Metro Depok/Polda Metro Jaya sudah disampaikan, didukung oleh bukti-bukti termasuk rekaman CCTV.

Aditya menyatakan kepedulian rumah sakit terhadap karyawan dan bersumpah untuk menuntut setiap pencemaran nama baik sesuai hukum.

Managemen menegaskan rekam jejak buruk 4 mantan karyawan yang diakhiri dengan aksi pencurian, tetapi selalu menekankan pendekatan humanis dalam menjalankan regulasi dan ketentuan hukum, keterangan pers klarifikasi pihak management Rumah Sakit diterima redaksi tribundepok.com Kamis 18 Januari 2024.

Di sisi lain, kuasa hukum Mardi, Jeppry Purba, menilai managemen mencari pembenaran dengan mengabaikan fakta. Menantang dengan klaim bahwa CCTV tidak merekam aksi pencurian, Purba menguatkan pengakuan Mardi yang didapatkan dari rekan kerjanya.

Jeppry Purba berkomitmen untuk mengawal proses hukum hingga tuntas, dengan sikap tegas bahwa Mardi adalah korban dan pelakunya harus diproses. Bahkan, ia menantang management RS untuk sumpah pocong sebagai bentuk pembuktian di atas kebenaran.

” Berani nga adakan ritual Sumpah Pocong,biar tahu siapa yang benar dan siapa yang bohong demi sebuah kebenaran,” ujar Jeppry Purba Kamis Malam 18 Januari 2024.

Sebelumnya, Mardi telah melaporkan nasibnya ke PWI Depok pada Rabu (17/1/2024), didampingi ibunya dan dua pengacaranya, menuntut tanggung jawab penuh dari Rumah Sakit Arafiq Bojongsari terkait kejadian tersebut.

Dalam keterangan ke wartawan PWI, Mardi mengungkapkan pengalaman pahitnya, disekap dan dianiaya oleh pihak pimpinan rumah sakit.

Dilaporkan bahwa pada tanggal 31 Oktober, Mardi dan pengacaranya membuat laporan ke Polres Metro Depok, mengungkap dugaan tindak pidana penganiayaan berdasarkan UU Nomor 1 tahun 1946 tentang KUHP. Kejadian ini tercatat di Jl. Kembang dalam 2 Rumah Sakit Citra AR, RAFIQ Sawangan RT 03 RW 04, Duren Seribu Bojongsari Kota Depok pada tanggal 25 Agustus 2023.

Pernyataan Sumpah Pocong ini menciptakan babak baru yang dramatis, mengungkap kedua belah pihak dalam konflik yang semakin memanas dan mempertanyakan kebenaran di meja hukum.( Joko Warihnyo )

tribundepok.com
tribundepok.comhttp://tribundepok.com
tribundepok.com - faktual update
spot_imgspot_imgspot_img

Berita Terbaru

COPYRIGHT © 2018 TRIBUNDEPOK.COM. ALL RIGHTS RESERVED

Ortusis PAUD Negeri 1 Protes Jam Belajar SKB Kesetaraan

0
tribundepok.com - Sejumlah ortusis PAUD Negeri 1 Terpadu Depok yang berlokasi di Kalibaru, Kecamatan Cilodong mendatangi Dinas Pendidikan untuk protes , pasalnya SKB Kesetaraan...

Inovasi “Batako-Green”: Solusi Kreatif Mahasiswa Teknik Mesin Universitas Pertamina untuk Mengelola...

0
tribundepok.com - Indonesia, dengan 62% luas wilayahnya yang terdiri dari perairan seluas 6,32 juta km², memegang peranan penting dalam industri perikanan dunia. Namun, dampaknya...

Tim Tenis Lapangan Koops Udara I Raih Juara 3 Tenis Lapangan...

0
tribundepok, Jakarta -- Panglima Komando Operasi Udara (Pangkoopsud) I Marsda TNI Mohammad Nurdin menerima kedatangan kontingen Tim Tenis Lapangan Koopsud I setelah sukses meraih...