BerandaSeputar DepokProyek SMP 13 Depok Asal-Asalan, AMPPKD Ancam Geruduk BLP...

Proyek SMP 13 Depok Asal-Asalan, AMPPKD Ancam Geruduk BLP & Disrumkim

tribundepok.com – Proyek pembangunan gedung Sekolah Menengah Pertama (SMP) 13 Depok yang bernilai 32,5 miliar rupiah dinilai dikerjakan asal-asalan dan membahayakan. Aliansi Masyarakat Peduli Pembangunan Kota Depok (AMPPKD) mengancam akan menggeruduk Badan Layanan Pengadaan (BLP) dan Dinas Tata Ruang dan Permukiman (Tarkim) Kota Depok jika masalah ini tidak segera ditangani.

“Ini parah, banyak pelanggaran, terutama terkait UU No. 1 Tahun 1970 tentang Keselamatan Kerja, UU No. 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan, UU No. 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja, Peraturan Pemerintah Tahun 2012 tentang penerapan sistem manajemen keselamatan dan kesehatan kerja, serta Permenaker No. 11 Tahun 2023. Semua aturan ini terkait dengan keselamatan dan kesehatan kerja,” ujar Pardy Dongkal, Koordinator AMPPKD,Rabu, 5 Juni 2024.

Pardy menyatakan bahwa ia dan timnya telah melakukan investigasi lapangan terkait masalah ini. “Pekerja memakai sandal jepit, bahkan ada yang tidak menggunakan alas kaki. Helm proyek juga tidak digunakan. Ini jelas membahayakan dan sangat berisiko. Apakah harus menunggu ada korban dulu baru dirapikan?” ujarnya dengan nada gusar.

Aktivis yang akrab disapa Pardong ini juga menyoroti pekerjaan proyek yang nilainya cukup fantastis.

“Kami tidak anti pembangunan. Malah justru kami sangat mendukung adanya pembangunan infrastruktur di Kota Depok ini. Tetapi kami berharap uang rakyat digunakan sebaik-baiknya, jangan dihambur-hamburkan. Sebagai masyarakat Depok, kami akan melakukan kontrol sosial terhadap proyek-proyek yang menggunakan anggaran APBD ini,” tambahnya.

Pardong juga mencurigai adanya permainan dalam proyek ini. “Kami menduga ada bau tak sedap dalam proyek pembangunan SMP 13 ini. Jangan-jangan ada kongkalingkong dalam mendapatkan proyek ini. Lihat saja, kami akan kembali turun ke jalan menyuarakan hal ini,” tuturnya dengan nada tinggi.

Investigasi Lapangan: Keselamatan Kerja yang Diabaikan

Dalam investigasi yang dilakukan oleh AMPPKD, ditemukan sejumlah pelanggaran serius terkait keselamatan dan kesehatan kerja.

Pekerja terlihat tidak mengenakan peralatan keselamatan yang memadai, seperti helm dan sepatu pelindung. Hal ini tidak hanya melanggar peraturan yang berlaku, tetapi juga menempatkan pekerja pada risiko kecelakaan yang tinggi.

Pardy Dongkal menegaskan bahwa kondisi ini tidak bisa dibiarkan. “Setiap pekerja berhak atas lingkungan kerja yang aman dan sehat. Pelanggaran seperti ini mencerminkan kurangnya tanggung jawab dari pihak pelaksana proyek,” ujarnya.

Pengawasan Anggaran dan Pengelolaan Proyek

AMPPKD juga menyoroti pentingnya pengawasan anggaran dan pengelolaan proyek. Dengan nilai proyek sebesar 32,5 miliar rupiah, mereka menuntut transparansi dan akuntabilitas dalam penggunaan dana publik. Pardy Dongkal menyebutkan bahwa sebagai masyarakat, mereka berhak melakukan pengawasan dan memastikan bahwa anggaran digunakan dengan efisien dan efektif.

“Kami akan terus memantau proyek-proyek yang didanai oleh APBD. Uang rakyat harus digunakan untuk kesejahteraan masyarakat, bukan untuk kepentingan segelintir pihak,” tegas Pardong.

Ancaman Aksi Protes

Jika masalah ini tidak segera ditangani, AMPPKD mengancam akan melakukan aksi protes. Mereka akan menggeruduk BLP dan Tarkim Kota Depok untuk menuntut penjelasan dan tindakan tegas terhadap pelanggaran yang terjadi. Pardong menegaskan bahwa mereka siap turun ke jalan untuk menyuarakan kepentingan masyarakat dan menuntut keadilan.

“Kami tidak akan tinggal diam. Jika tidak ada tindakan nyata, kami akan turun ke jalan dan menyuarakan ketidakadilan ini. Kami ingin pembangunan yang berkualitas dan aman bagi semua pihak,” pungkasnya.

Dengan desakan AMPPKD, diharapkan pihak terkait segera mengambil tindakan untuk memperbaiki kondisi proyek pembangunan SMP 13 Depok. Keamanan dan kesejahteraan pekerja harus menjadi prioritas utama, serta transparansi dalam pengelolaan anggaran publik harus dijaga demi kebaikan bersama.( Joko Warihnyo )

tribundepok.com
tribundepok.comhttp://tribundepok.com
tribundepok.com - faktual update
spot_imgspot_imgspot_img

Berita Terbaru

COPYRIGHT © 2018 TRIBUNDEPOK.COM. ALL RIGHTS RESERVED

Swiss-Bell Hotel Pondok Indah Gandeng Element Isi Liburan Sekolah

0
tribudepok.com, Jakarta - Dalam rangka meningkatkan awareness venue dan revenue Swiss-Café™ Restaurant, serta mempertahankan eksistensi hotel ditengah persaingan bisnis saat ini, Swiss-Bell Hotel Pondok...

Pertunjukan Drama Musikal Keluarga Cemara Bisa Menjadi Destinasi Baru Liburan Keluarga

0
tribundepok.com, Jakarta -- Dalam rangka mengisi liburan sekolah Visinema Studios bersama www.Indonesiakaya.com dan Teter Musical Nusantara (Teman) mengadakan pertunjukan panggung musikal yang berjudul Keluarga...

Keributan di Karaoke Inul Vista Berbuntut Panjang

0
tribundepok.com - Kasus keributan dan penganiayaan yang terjadi di outlet Inul Vista Karaoke DMall Margonda,Sabtu ( 8/6/2024) kini berbuntut panjang dan semakin rumit. Insiden...