BerandaSeputar DepokPerda TJSL Mengikat Pengusaha Berpartisipasi Dalam Pembangunan

Perda TJSL Mengikat Pengusaha Berpartisipasi Dalam Pembangunan

tribundepok.com – Musrenbang Kelurahan Cilodong di buka oleh Camat Cilodong Bambang Eko di aula Kelurahan Cilodong, Kamis ( 12/1/23). Kegiatan ini juga dihadiri anggota legislatif Depok, Ade Firmansyah, Sekcam Cilodong Zainal Arifin, Lurah Cilodong Herry Wibowo, LPM Cilodong Suhendar, Ketua TP PKK Cilodong Wuri Ari W., Babinkamtimas, Babinsa perwakilan PUPR, BP2 Kp3, Rw serta tokoh masyarakat.

Dalam kesempatan tersebut disampaikan sejumlah masukan aspirasi masyarakat yang telah dirangkum para RW dalam pra Musrenbang.

” Untuk menu wajib ada lima poin yang kita butuhkan untuk pembangunan fisik di Kelurahan Cilodong yakni pembuatan zeptictank, lubang biopori, drainase, pembangunan PJL dan juga sumur resapan. Kami menyadari anggaran 2,5 untuk fisik dan non fisik pastinya tidak mencukupi untuk semua itu, kami berharap ada solusi dengan kehadiran wakil rakyat bang Ade Firmansyah di sini,” ujar Herry, w. Lurah Cilodong.

Menanggapi harapan lurah , LPM dan warga, Ade Firmansyah berjanji akan membantu dengan kapasitas nya sebagai anggota dewan, namun sekali lagi ia menekankan ia tak menjanjikan angka tertentu.
“Kenapa? Karena kebutuhan warga itu besar dan bertubi-tubi, tidak terbatas proposal RW dalam Musrenbang saja. Jika saya mematok angka misalnya Rp 500 juta dan setelah saya gelontorkan saya , saya anggap kewajiban saya selesai dan saya tidak memikirkan lagi permasalahan wilayah ini, kan yang rugi warga. Saya tidak mau dibatasi begitu,” tandasnya.

Ade pun menjelaskan pihaknya tidak membatasi diri mengunjungi warrga hanya saat reses dan Musrenbang. Ia pun mencontohkan belum lama ini saat mendengar ada banjir di RW 06 ia pun bwrembuk kumpul warga juga RT/RW, LPM dan Lurah.

” Lewat kegiatan Seruput Kopi Pagi hasilnya saya tahu ada permasalahan Kali Stamuk yang kerap banjir, warga ingin kali di turab. Sebagai penyambung lidah rakyat , saya bersurat ke PUPR, hasilnya sekarang sudah diukur. Saya sampaikan ke mereka tolong diprioritaskan tahun ini jangan sampai terjadi banjir lagi. Saya diskusikan kira-kira pembangunannya bisa dipercepat dengan dana apa. Diputuskan untuk diprioritaskan dengan BTT atau ABT,” papar Ade.

Ia pun menjelaskan jika wilayah hanya berharap dari pokirnya, permasalahan yang ada tak akan terselesaikan, contohnya saja turab Kali Stamuk tadi diperkirakan akan menelan biaya Rp 900 juta. “Kalau pakai dana pokir langsung habis, jadi jangan batasi dengan angka tapi biarkan kami membantu permasalahan yang ada dengan apa yang kami bisa lakukan, ” janjinya.

Ade mengingatkan komunikasi itu penting , antara Lurah,LPM dan legislatif jangan ada kesenjangan komunikasi.

” Di Cilodong – Tapos ini ada 11 anggota dewan. Undang semua, jangan dibatasi, semua punya tanggungjawab dalam pembangunan di dapilnya. Komunikasikan apa yang dibutuhkan.,” ujar Ade Firmansyah yang pada Musrenbang Kelurahan Cilodong hadir sendirian mewakili legislatif.

Lebih lanjut Ade ingin pimpinan dan warga Cilodong menyadari pembangunan ini bukan hanya tanggungjawab pemerintah semata tapi ada lima unsur kekuatan dalam pengembangan potensi wilayah (Pentahelix).

Menurutnya ada lima unsur ( multipihak) yakni pemerintah ( eksekutif – legislatif ), kedua stakeholder ( LPM, RT/RW, dan lainnya), ketiga media yang menyiarkan kendala dan hasil pembangunan, keempat, akademisi yang memikirkan Permasalahan demografi , potensi dan pengembangan SDM sehingga tak berbalik jadi bencana pengangguran, kemiskinan dan tingkat krininslitas.Dan unsur terakhir adalah pengusaha pengusaha.

” Jangan lupa pengusaha punya kewajiban ikut berpartisipasi dalam pembangunan. Lewat Perda no 7 tahun 2021, Perda TJSL ( Tanggungjawab Sosial dan Lingkungan ), kita bisa berharap mereka berpartisipasi dalam pembangunan di lingkungan. Kita sampaikan saja apa yang menjadi kebutuhan ,” tandasnya.

Ade menjelaskan, pengusaha bisa menentukan satu tema yang ingin dibantu, misal pendidikan, kesehatan, sarana olahraga atau apapun. Di bidang pendidikan mungkin saja mereka bilang CSR saya akan saya gunakan untuk membantu membangun sekolah MTS, ini bisa masuk dalam pembangunan swadaya masyarakat. Jadi CSR perusahaan itu bukan sekedar untuk menyumbang acara 17 an,” ujar Ade. Ia berharap dengan memahami lima unsur yang bertanggung jawab dalam pembangunan ini, permasalahan yang ada di Cilodong bisa di atasi bersama.

Lancarnya Musrenbang di Kelurahan Cilodong disyukuri oleh Bambang Eko , Camat Cilodong.
” Kami berharap menu wajib dan pilihan yang diusulkan bisa disetujui dan dianggarkan agar pembangunan di Kelurahan Cilodong berjalan baik,” Pungkasnya. (d’toro)

tribundepok.com
tribundepok.comhttp://tribundepok.com
tribundepok.com - faktual update
spot_imgspot_imgspot_img

Berita Terbaru

COPYRIGHT © 2018 TRIBUNDEPOK.COM. ALL RIGHTS RESERVED

Hotel Ciputra Jakarta Tawarkan Paket” Goal-Getter Euro” 2024 Untuk Penggila Bola...

0
tribundepok.com, Jakarta -- Hotel Ciputra Jakarta menawarkan paket menginap untuk pencinta sepak bola yang di beri nama "Goal-Getter Euro". Paket yang di luncurkan saat momen...

Kepala BPN Kota Depok: Mutasi ASN Sebagai Upaya Pengembangan Karier dan...

0
tribundepok.com – Dalam rangka pengembangan karier dan peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM), Kepala Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kota Depok, Indra Gunawan, menyerahkan Surat...

Keributan di Karaoke Inul Vista Berbuntut Panjang

0
tribundepok.com - Kasus keributan dan penganiayaan yang terjadi di outlet Inul Vista Karaoke DMall Margonda,Sabtu ( 8/6/2024) kini berbuntut panjang dan semakin rumit. Insiden...