Seputar Depok

Kasus Grup WhatApps Berbau Pornografi di LIA Hanya Libatkan Satu Siswa

Menurutnya lagi, terjadinya kasus ini memang tidak melibatkan LIA dan LAZUARDI, hanya melibatkan oknum kantin yang diduga punya kelainan, "tidak ada pihak LIA dan LAZUARDI yang terlibat

tribundepok.com – Kasus konten porno yang disebarkan oleh admin Grup WhatApps yang dibuat oleh oknum kantin di tempat kursus LIA yang juga adalah lokasi sekolah SMP Lazuardi ternyata hanya melibatkan satu siswa saja.

Seperti diberitakan tribundepok.com edisi beberapa hari yang lalu, ditulis murid-murid LIA diracuni oleh oknum kantin berinisial “F” yang membuat Grup WhatApps, ternyata anggota grup yang merupakan siswa LIA hanya satu orang, menurut sebuah sumber memang sih ada murid lain yang diajak bergabung, namun menolak dan keluar dari grup tersebut.

“Jadi murid LIA yang menjadi anggota grup tersebut hanya satu orang, tetapi memang benar adanya digrup tersebut sang admin menyebarkan gambar-gambar vulgar yang bisa merusak moral,hal ini tentu tak dapat dibenarkan, harus ada langkah hukum terhadap pelanggaran UU ITE dan UU pornografi ini”ujar sebuah sumber yang enggan disebut namanya.

Menurutnya lagi, terjadinya kasus ini memang tidak melibatkan LIA dan LAZUARDI, hanya melibatkan oknum kantin yang diduga punya kelainan, “tidak ada pihak LIA dan LAZUARDI yang terlibat, memang lokasi kantin tersebut berada di area lingkungan Kampus LIA dan LAZUARDI, tetapi pihak mereka tidak terlibat masalah ini” ujar sumber itu lagi mengklarifikasi.

Ketika ditanya tentang akan adanya aksi sejumlah LSM ke kampus LIA, pria ini menjawab” itu saya tidak tau. saya juga tidak kenal. Mungkin mereka membaca tribundepok.com di edisi sebelumnya, sehingga mereka berasumsi lain. Tanyakan saja pada LSM tersebut, saya tidak tau menau” tambahnya lagi. Ketika tribundepok.com menanyakan kepada pihak LSM melalui Telpon, tidak ada jawaban dan belum tersambung.

Namun seorang tokoh Pergerakan Depok Tora Kundera menilai, hal ini mungkin kesalahpahaman persepsi aja.

“Mari kita cari jalan yang baik. Ndak usah mencari-cari kesalahan, mari kita cari kebaikan saja”ujar pria yang juga budayawan Depok ini. (pardi)

Show More

Related Articles

Leave a Reply

Back to top button
Close
Close