Pendidikan

HUT PGRI, Nasib Guru Honorer Depok Akan Membaik

“ Ya mulai Januari gaji guru honorer tak lagi melalui bendahara sekolah tetapi langsung ke rekening guru dan dikelola Disdik. Makanya kami harap input data sudah masuk semua sebelum libur bersama Natal . memang ada perbedaan jika untuk Guru PNS di awal bulan maka untuk honorer mereka harus bekerja dulu karena gaji turunnya setelah tanggal 20 an,” ujar Thamrin.

tribundepok.com – HUT PGRI ke 75 di peringati di AL Azhar GDC , Senin ( 25/11) dihadiri Walikota Depok M Idris, Kadisdik M Thamrin, Ketua PGRI Syamsudin dan Ketua BMPS Acep Al Azhari dan juga
Anggota DPRD Hafidz Nasir serta ribuan anggota PGRI. Selain membacakan pesan Mendikbud
dalam sambutannya, Walikota Depok juga mensyukuri di Hari Guru dan menyambut HUT PGRI ini
Depok mendapatkan Rekor MURI untuk Bidang Literasi.

Terkait Rekor MURI baik Idris maupun Syamsudin berharap bisa menjadi penyemangat bagi para guru untuk terus mengembangkan kemampuan para siswanya demi kesiapan mereka menyongsong masa depan.

“ Guru harus terus mendorong para siswa untuk belajar aktif dengan rajin membaca, mampu memahami dan juga membuat essay. Dengan banyak membaca maka pengetahuan akan terus bertambah,” ujarnya.

Ada perkembangan yang positif dari Hari Guru dan HUT PGRI tahun ini, terkait nasib guru honorer Depok. Pemerintah lewat SK Walikota, para guru honorer Depok sudah bisa ikut sertifikasi. Tak
hanya itu mulai Januari 2020 mendatang diharapkan gaji guru honorer tak lagi mengalami keterlambatan.

“ Ya mulai Januari gaji guru honorer tak lagi melalui bendahara sekolah tetapi langsung ke rekening guru dan dikelola Disdik. Makanya kami harap input data sudah masuk semua sebelum libur bersama Natal . memang ada perbedaan jika untuk Guru PNS di awal bulan maka untuk honorer mereka harus bekerja dulu karena gaji turunnya setelah tanggal 20 an,” ujar Thamrin.

Ini merupakan kabar baik, sebab bukan rahasia gaji guru honorer sering terlambat bahkan sampai
hitungan bulan. Meski demikian Thamrin menolak jika asa yang menyatakan gaji terlambat hingga
lebih dari 3-4 bulan.

“ Tidak ada itu, buktikan dengan rekening guru yang bersangkutan ada nggak yang sampai terlambat 3 bulan. Keterlambatan biasanya karena laporan SPJ dari sekolah juga terlambat masuk sehingga pengaturannya jatuh pada gaji bulan berikutnya.

Kalau yang sekarang gaji Desemberpun sudah turun ada di bendahara sekolah,” paparnya. Menurut Thamrin gaji guru honorer pun sudah membaik , yang diatas 15 tahun pun sudah mencapai Rp 2.700 .000 an. Ada sekitar 2200 guru honor /TU/operator yang ada di Depok saat ini.

Terkait pengajuan CPNS Depok untuk kebutuhan guru SD dan SMP menurut Thamrin lebih dari 100
orang. “ Sebenarnya itupun masih kurang karena setiap tahun yang pension sekitar 200 orang maunya sih yang masuk juga imbang sekitar itu. Tetapi kami kan tidak bisa memaksakan. Di Depok ini yang kurang adalah guru olahraga dan guru agama,” ujarnya.

Senada dengan Thamrin , Ketua PGRI Syamsudin juga mensyukuri perkembangan positif para guru
honorer. “ Setelah PGRI melakukan dua kali audiensi dengan walikota kini sudah ada perkembangan terkait kesejahteraan guru honorer, baik besaran maupun upaya agar penerimaan bisa rutin tanpa keterlambatan . Tak hanya itu kedepan tunjangan fungsional guru honorer juga membaik ,sekarang mereka juga boleh ikut sertifikasi kan berarti bisa mendapatkan 1x gaji ,” papar Syamsudin.

Terkait pengangkatan honorer menjadi PNS Syamsudin menjelaskan memang ada kendala , tak
semua bisa diajukan. “Ada peraturan pusat yang menentukan usia maksimal 35 tahun. Ini jadi
aturan pembatas yang tidak bisa kita bantah, tetapi setidaknya yang sudah mengabdi di atas 15
tahun ya kita upayakan kesejahteraannya saja,” pungkasnya. (toro)

Show More

Related Articles

Leave a Reply

Back to top button
Close
Close