KesehatanSeputar Depok

Database Dinsos Depok Butuh Pemutakhiran

Jika pemerintah Kota Depok menggunakan database Dinsos sebagai acuan sebaiknya pihak Dinsos juga selalu mengupdate datanya agar seusai kondisi di lapangan. Perlu pemutahiran data secara berkala, tambahnya.

tribundepok.com –  Masalah data usang kembali menyeruak dalam Sosialisasi Sanitasi Total Berbasis Masyarakat  (STBM ) di Kelurahan Sukmajaya . Ketua RW 06. H Fauzi,  sempat protes keras ketika wilayahnya dituding sebagai satu lokasik husus ( lokus) terkait data Dinsos yang menyatakan adanya 13 KK yang tidak memiliki septictank di rumahnya .

Menurut Fauzi hal tersebut tidak akurat lagi. “Memang masih ada 2-3 KK yang belum memiliki septictank karena tergolong  keluarga tidak mampu namun itupun sudah dicarikan solusinya bersama lurah dan kader kelurahan lainnya.  “Pemerintah jangan semena-mena menuding wilayah kami jorok,  Salah satu dari 13  lokasi yang disebutkan tadi contohnya adalah kontrakan milik Sunaryo dan kami sudah klarifikasi tidak mungkin tidak memiliki septic tank. Pemiliknya sudah menunjukkan itu. Begitu pula beberapa lokasi lainnya,” bantah Fauzi.

Jika pemerintah Kota Depok menggunakan database Dinsos sebagai acuan sebaiknya pihak Dinsos juga selalu mengupdate datanya agar seusai kondisi di lapangan. Perlu pemutahiran data secara berkala, tambahnya.

Acara Sosialisasi STBM  ( 10/10 ) lalu tersebut merupakan tindak  lanjut dari penghargaan yang di dapatkan kelurahan Sukmajaya  tahun 2018 tentang lingkungan bebas ODF (Open Defecation Free) se kota Depok, walaupun pencapaian tersebut belum 100%. “ Setidaknya sudah 99 % warga di dalam lingkungan setiap RW tidak BAB sembarangan. Dan ini adalah langkah untuk menyempurnakan pencapaian tersebut,” ujar Achmad Munandar, Lurah Sukmajaya.

Salah  satu solusi adalah membuatkan septictank bagi warga kurang mampu tersebut dibantu oleh kelurahan entah bahan bangunan atau pun biaya pembuatannya.  “Tergantung hasil pembicaraan RT-RW, salah satu rencana solusi adalah dengan membuat arisan septic tank  ,” papar Munandar.

Acara sosialisasi tersebut dihadiri oleh dr. Lina UPT Puskesmas Sukmajaya , para RW di wilayah kelurahan Sukmajaya, kader PKK dan juga warga .

Sementara itu, Achmad Muchsin dari lembaga pemerhati lingkungan memaparkan materi sosialisasi berupa 5 pilar STBM. “ Stop buang air besar sembarangan. Cuci tangan pakai sabun. Pengelolaan air minum dan makanan rumah yang aman.Pengelolaan sampah rumah tangga, dan pengelolaan limbah cair rumah tangga yang aman,”  ujarnya.

Lebih lanjut ia menuturkan pentingnya setiap RW menyediakan bank sampah, pengolahan sampah dan air bersih. Sebagai langkah berikutnya pemerintah Kota Depok akan melihat dan mendata daerah yang jauh dari air bersih dan membantu menyediakan sarana penyaringan air. (toro)

Show More

Related Articles

Leave a Reply

Back to top button
Close
Close