HomePendidikanUjian Sekolah Semakin Dekat, Pola Penyusunan Soal Masih Kontradiktif

Ujian Sekolah Semakin Dekat, Pola Penyusunan Soal Masih Kontradiktif

tribundepok.com –  Kepala UPTD SDN Mekarjaya 11 Amas Tamaswara menyambut baik keputusan pemerintah untuk menghapus USBN dan menggantinya dengan Ujian Sekolah. Bagi para siswa pun penghapusan USBN dianggap mengurangi beban ketegangan karena kerap kali soal-soaldalam USBN tidak sesuai dengan yang dipelajari di sekolah. NEM rendah menjadi momok tersendiri. Namun ada konsekwensi lain, kesiapan guru menghadapi ujian sekolah tersebut.

Lewat Permendikbud 43/2019 dan surat edaran No 001/2020,  setiap satuan pendidikan diharapkan bisa menyusun dan melaksanakan ujian masing masing .

“Dengan dihapusnya USBN untuk siswa kelas VI SD dan menggantinya dengan ujian sekolah maka seorang guru harus punya kreatifitas dalam pembuatan soal, Tidak sekedar mengajarkan bagaimana menjawab soal-soal seperti halnya menyambut USBN,” ujarnya.

Lantas bagaimana jika ada guru yang tak siap membuat soal ujiannya sendiri ?Inilah fungsinya Gugus. “ Guru yang bersangkutan bisa mendiskusikan materi, cara penyusunan penyajian soal dan  bagaimana mempersiapkan siswa menjawab soal tersebut, “ papar Amas.

Beda halnya di KecamatanTapos, perubahan USBN menjadi Ujian Sekolah tidak dibebankan pada guru sekolah yang bersangkutan.

Pembuatan soal hingga siap cetak pengerjaannya dikelola oleh K3S yang mengkoordinir KKG. Soal-soalnya diseragamkan. Ada sisibaik dan buruknya. Dengan penyeragaman tersebut guru sekolah tidak bisa berinovasi dan dibatasi kreatifitasnya. Belum lagi tiap sekolah punya kecenderungan berbeda dalam pola pengajarannya. Di sisi baiknya mungkin mempermudah guru dalam membuatsoal.

Namun ada permasalahan lain apakah cara ini sudah sesuai dengan maksud Permendikbud no 43 th 2019 tentang Merdeka Belajar. Karena sekolah dasar negeri sudah menjadi UPTD dan diberi kesempatan serta kewenangan melakukan ujian sesuai materi pengajaran yang sudah diberikannya dan tak lari dari kurikulum yang berlaku .

Jika pembuatan soal kembali diseragamkan apakah bisa tercapai. Bukankah lebh baik penyusunan soal dilakukan oleh guru dan diawasi oleh pengawas sebagai editor. (toro)

tribundepok.com
tribundepok.comhttp://tribundepok.com
tribundepok.com - faktual update
spot_imgspot_imgspot_img

Berita Terbaru

COPYRIGHT © 2018 TRIBUNDEPOK.COM. ALL RIGHTS RESERVED

RTLH di Abadijaya Longsor

0
tribundepok.com - Nasib malang menimpa Sainah janda almarhum Husain warga Rt 002/02 Kelurahan Abadijaya Kecamatan Sukmajaya, rumah yang didiaminya seorang diri sepeninggal suaminya tiga...

KPU Kota Depok Mengumumkan Syarat Calon Perseorangan untuk Pilkada 2024

0
tribundepok.com - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Depok telah menetapkan persyaratan bagi calon wali kota dan wakil wali kota yang akan maju secara perseorangan...

Menteri Dicap Goblok oleh Kader PDIP : Narasi Aturan Seragam Sekolah...

0
tribundepok.com - Dalam gelombang pernyataan kontroversial, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Nadiem Makarim, mendapat cap 'goblok' dari kader PDIP, Ferdinand Hutahean. Tudingan tersebut berakar dari...