Olah RagaSeputar Depok

SLB Insan Mandiri, Melaju Berprestasi Meski Minim Persiapan

“ Ya baik sarana kelas, sarana penunjang untuk olahraga maupun kesenian masih terbatas. Tetapi itu semua tak menghalangi kami untuk berupaya agar bisa sejajar dengan sekolah lain yang lebih lengkap sarananya. Alhamdulillah sampai saat ini diberbagai event yang kami ikuti baik olahraga, keterampilan dan kesenian,  anak-anak bisa berprestasi,” ujar Yossie.

tribundepok.com –Ratusan siswa dari 13 SLB dan sekolah inklusi yang tersebar di Kota Depok baru saja selesai mengikuti Pekan Paralympic  Pelajar  Kota Depok (Peparpekot ) 2019. Acara yang digelar 8-10 OktoberolehPemerintah Kota (Pemkot).

Depok melalui Dinas Pemuda Olahraga Kebudayaan dan Pariwisata (Disporyata), tersebut merupakan kompetisi olahraga.  Ada lima cabor yang dipertandingkanya kniatletik ( lari dan tolak peluru) , bulutangkis, renang, tenis meja dan renang. Ada kriteria lain bagi peserta untuk tuna rungu usia maksimal 16 tahun dan tuna grahita maksimal 19 tahun. Acara tersebut dibuka dengan senam masal anak berkebutuhan khusus di Kostrad Cilodong.

SLB Insan Mandiri sebagai salah satu peserta akhirnya berhasil meraih beberapa prestasi seperti juara 1 tenis meja tuna rungu putra, juara III untuk lari dan renang tuna rungu putra serta juara harapan untuk tolak peluru dan bulutangkis.

“ Juara 1 tenis meja Rafli siswa SMPLB , Lari dan Renang diraih Bakri Ramadhan ( Rama ), Tolak Peluru dan Bulutangkis diraiholehVirly. Memang belum maksimal, namun dengan persiapan yang sangat minim, prestasi tersebut cukup membanggakan bagi kami,” ujar Yossie Noorfirdaosy, guru pembimbing dari SLB Insan Mandiri.

Bagi Insan Mandiri yang hanya mengirim 5 atletnya untuk berlaga di Peparpekot ,tiga diantaranya meraih prestasi tentunya melegakan. SekolahLuar Biasa yang berlokasi di Keruing III no 282 , Depok ini memang sedikit berbeda dengan SLB lainnya. Gedungnya yang mungil dengan siswa aktif hampir 50 orang dari tuna rungu, tuna netra dan tuna grahita tentunya kurang memadai dan menyisakan keterbatasan.

“ Ya baik sarana kelas, sarana penunjang untuk olahraga maupun kesenian masih terbatas. Tetapi itu semua tak menghalangi kami untuk berupaya agar bisa sejajar dengan sekolah lain yang lebih lengkap sarananya. Alhamdulillah sampai saat ini diberbagai event yang kami ikuti baik olahraga, keterampilan dan kesenian,  anak-anak bisa berprestasi,” ujar Yossie.

Meski begitu pihaknya berharap ada perhatian dari pemerintah Kota Depok dan pihak lain  agar bisa memperbaiki sarana dan prasarana yang ada di Insan Mandiri. (Toro)

Show More

Related Articles

Leave a Reply

Back to top button
Close
Close