tribundepok.com – Presiden Joko Widodo secara tegas meminta agar TNI dan Polri berperan sebagai institusi pertama yang menjadi tempat perlindungan bagi perempuan dan anak dari berbagai bentuk kekerasan, baik fisik, seksual, perundungan, maupun kekerasan dalam rumah tangga (KDRT). Pernyataan ini disampaikan dalam Pengarahan Presiden kepada Pejabat TNI dan Polri di Istana Negara IKN, Kamis (11/9/2024), yang juga disiarkan melalui akun YouTube Sekretariat Presiden.
Dalam pengarahannya, Presiden Jokowi menekankan pentingnya peran aktif TNI dan Polri dalam melindungi kelompok rentan ini. “Saya ingin mengingatkan kembali terkait dengan kekerasan kepada perempuan dan anak. Saya minta TNI dan Polri bisa menjadi institusi yang pertama bagi perempuan dan anak dalam mencari perlindungan,” ujar Jokowi.
Peran Babinsa dan Bhabinkamtibmas sebagai Garda Terdepan
Lebih lanjut, Presiden Jokowi meminta agar peran aparat di tingkat masyarakat, seperti Babinsa (Bintara Pembina Desa) dan Bhabinkamtibmas (Bhayangkara Pembina Keamanan dan Ketertiban Masyarakat), semakin diberdayakan. Menurutnya, Babinsa dan Bhabinkamtibmas bisa menjadi garda terdepan dalam memberikan pertolongan pertama bagi perempuan dan anak yang mengalami kekerasan.
“Berdayakan yang namanya Babinsa, berdayakan yang namanya Bhabinkamtibmas sebagai ujung tombak dalam pertolongan pertama,” tegas Jokowi, menekankan pentingnya kehadiran mereka di tengah masyarakat sebagai pihak yang sigap memberikan perlindungan.
Presiden juga menyoroti persepsi masyarakat yang sudah terbentuk bahwa TNI dan Polri adalah institusi yang dapat diandalkan dalam memberikan rasa aman. Oleh karena itu, peran ini harus terus diperkuat dan diperluas untuk menjawab kebutuhan perlindungan, terutama bagi kelompok yang rentan terhadap kekerasan seperti perempuan dan anak-anak.
Sinergi TNI-Polri dalam Melindungi Indonesia
Dalam kesempatan yang sama, Jokowi juga menyampaikan apresiasinya atas sinergitas TNI dan Polri yang selama ini telah berperan penting dalam menjaga stabilitas dan keamanan bangsa. Menurutnya, pencapaian yang diraih Indonesia hingga saat ini tak lepas dari dedikasi dan kerja keras kedua institusi tersebut.
“Pencapaian bangsa kita pada hari ini tentu tidak lepas dari peran, dari kerja keras seluruh TNI dan Polri. Oleh karena itu, saya ingin menyampaikan ucapan terima kasih yang sebesar-besarnya atas dedikasi saudara-saudara selama ini,” kata Jokowi.
Lebih lanjut, Presiden berharap agar TNI dan Polri dapat terus mempertahankan kekompakan serta sinergi yang telah terbangun selama ini. “Ke depan, saya berharap TNI dan Polri bisa terus menjaga kekompakan dan sinergitas dalam melindungi Indonesia,” imbuhnya.
Tantangan Perlindungan Perempuan dan Anak
Permintaan Presiden Jokowi agar TNI dan Polri menjadi pelindung utama bagi perempuan dan anak muncul di tengah meningkatnya kasus kekerasan terhadap kelompok ini di berbagai wilayah Indonesia. Data dari Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) menunjukkan bahwa kekerasan fisik dan seksual terhadap anak-anak terus meningkat dalam beberapa tahun terakhir, sementara kekerasan terhadap perempuan sering kali terjadi dalam bentuk kekerasan domestik dan kekerasan berbasis gender.
Dengan adanya arahan Presiden ini, diharapkan TNI dan Polri dapat lebih proaktif dalam menangani kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak, serta menciptakan mekanisme perlindungan yang lebih efektif di tingkat masyarakat. Babinsa dan Bhabinkamtibmas, yang berinteraksi langsung dengan masyarakat, diharapkan dapat menjadi jembatan utama dalam upaya memberikan perlindungan bagi korban kekerasan, memastikan bahwa mereka mendapatkan perlakuan yang layak dan tepat waktu.
Arahan ini sekaligus menegaskan komitmen pemerintah dalam melindungi kelompok rentan dari segala bentuk kekerasan, serta memperkuat peran TNI dan Polri dalam menjaga stabilitas sosial dan keamanan di Indonesia.( Red )
