Seputar Depok

PKS Gelar Diskusi Publik Bacawali Depok

”Mengenai pembanguan kota bukan hanya dengan APBD saja namun juga menggandeng swasta. Metode Akomodatif, perencanaan APBD harus yang pro rakyat dan tidak cukup hanya 2 milyar saja namun perlu ada peningkatan sebesar 4 milyar untuk satu kelurahan. Serta perlu adanya peningkatan isentif untuk Rt dan Rw.”

tribundepok.com – .Sejumlah politisi PKS yang beberapa diantaranya telah tersaring partai sebagai bakal Calon walikota Depok periode 2021 -2026 , menggelar Diskusi Publik di Saung jatijajar. Mereka antara lain Imam Budi Hartono ,Ketua Komisi IV  DPRD Propinsi Jawa Barat, M.Hafis Nasir , anggota DPRD Depok. Hadir juga dalam acara tersebut anggota DPRD Depok Ade Firmansyah danYosnardi , ketua DPC PKS kematanTapos, Ketua Depera se KecamatanTapos serta kader PKS.

Menurut Yosnardi, tujuan diskusi publik bacawali ini agar masyarakat lebih dekat dan lebih kenal dengan calonnya yang akan ikut berlaga di pilwalkot 2020. “ Untuk itu kami beri kesempatan mereka untuk menyampaikanvisi dan misi bagi yang sudah lolos seleksi internal. Kegiatan ini berbetuk road show ke beberapa kecamatan yang ada di Kota Depok,” ujar Yosnardi.

Seperti diketahui dari hasil proses pencalonan hasil dari pemilihan umum internal raya ( pemira ) DPD PKS akhir Mei lalu, didapat  lima calon adalah HafidNasir, Imam Budi Hartono, Suparyono, Farida Rachmayanti, danAmriYusra,  nanti nyaakan diputus kan satu dari mereka menjadi balon di Pilwalkot Depok 2020.

Dalam kesempatan tersebut Imam Imam Budi Hartono menyampaikan keinginannya membangun Depok menjadi keren dengan mempersiapkan sarana dan prasarana  yang lebih baik, lebih berbudaya bukan hanya yang suka dengan kesenian saja namun lebih perbaikan SDM masyarakat  yang berbudaya dan berkualitas. Penangan Depok menurut IBH harus dengan metode parsipatif dana komodatif.

”Mengenai pembanguan kota bukan hanya dengan APBD saja namun juga menggandeng swasta. Metode Akomodatif, perencanaan APBD harus yang pro rakyat dan tidak cukup hanya 2 milyar saja namun perlu ada peningkatan sebesar 4 milyar untuk satu kelurahan. Serta perlu adanya peningkatan isentif untuk Rt dan Rw.”

Sementara Hafid Nasir menjelaskan visinya agar kedepan Depok menjadi kota cerdas dan berbudaya. Perlu adanya regulasi dan perubahan serta pembiasaan penyelengaraan subuh keliling disetiap kecamatan, Perlu dibangun komunilkasi yang intens antara pemerintah dengan masyarakat.

“Harus tanggap dalam menyikapi bonus demografi , perlu adanya subsidi  pendidikan agar semua siswa terakomodir baik di sekolah swasta maupun negeri .Revitalisasi kesehatan yang lebih baik, dengan akan dibangunnya RSUD dibilangan timur Depok. Menciptakan lapangan pekerjaan berbasis pendampingan serta permodalan, inipun bentuk dari penyiapan demografi,” pungkasnya. (toro )

 

Show More

Related Articles

Leave a Reply

Back to top button
Close
Close