tribundepok.com – Menjelang Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Depok, berbagai janji kampanye mulai bermunculan, dengan pendidikan menjadi salah satu isu sentral yang menarik perhatian masyarakat. Bukan tanpa alasan, sektor ini kerap menjadi medan tarik ulur antara harapan publik dan realisasi kebijakan pemerintah, terlebih di tengah dinamika pendidikan yang dihadapi kota ini.
Rudi Murodi, Ketua Asosiasi UMKM Kota Depok, turut mengomentari janji-janji politik yang kerap digaungkan oleh para calon walikota terkait pendidikan. Menurutnya, banyak kandidat yang menjadikan isu ini sebagai alat kampanye, namun sering kali hanya berhenti pada janji tanpa solusi konkret. Salah satu janji yang paling sering terdengar adalah pembangunan sekolah negeri baru, yang bagi sebagian pengamat justru dianggap tidak tepat.
Dilema Pembangunan Sekolah Negeri: Antara Harapan dan Realitas
Membangun sekolah negeri baru memang tampak menarik sebagai solusi jangka panjang, tetapi menurut Rudi, hal ini bukanlah solusi instan yang bisa diandalkan dalam waktu dekat. “Pembangunan sekolah negeri membutuhkan waktu lama, biaya besar, dan lahan yang sulit diperoleh. Bahkan jika lahan ada, proses pembangunannya tak bisa selesai dalam hitungan bulan,” ungkap Rudi Morodi Selasa ( 17/9/2024)
Di sisi lain, keberadaan sekolah negeri yang baru dikhawatirkan akan berdampak pada sekolah swasta yang selama ini memainkan peran penting dalam mengakomodasi siswa. “Kita tak bisa mengabaikan peran sekolah swasta. Jika pemerintah hanya fokus membangun sekolah negeri, tanpa memperhatikan keseimbangan dengan sekolah swasta, maka kita bisa kehilangan mitra penting dalam dunia pendidikan Depok,” tambah Rudi.
Harapan Orang Tua dan Tantangan Pendidikan di Depok
Bagi masyarakat, terutama orang tua, harapan akan pendidikan yang berkualitas namun terjangkau terus menguat. Banyak dari mereka berharap agar pendidikan tidak sekadar murah, tetapi juga berkualitas dan mudah diakses. Namun, pendidikan berkualitas bukan hanya soal sekolah negeri. “Kurikulum yang relevan, guru yang kompeten, serta fasilitas yang memadai adalah kunci utama. Tak peduli apakah itu sekolah negeri atau swasta, yang penting adalah mutu pendidikan yang ditawarkan,” jelas Rudi.
Ia juga menyoroti bahwa hingga saat ini, kapasitas sekolah negeri di Depok masih belum mampu menampung seluruh siswa baru. Akibatnya, setiap tahun, polemik penerimaan peserta didik baru (PPDB) selalu memanas. Dalam situasi ini, sekolah swasta sebenarnya bisa menjadi solusi, asalkan ada subsidi yang cukup dari pemerintah untuk meringankan biaya pendidikan bagi orang tua.
Kolaborasi Sekolah Negeri dan Swasta Sebagai Solusi Nyata
Rudi mengusulkan agar pemerintah daerah lebih aktif menjalin kerja sama dengan sekolah-sekolah swasta. “Kita perlu kebijakan subsidi yang efektif bagi sekolah swasta, sehingga mereka bisa menampung lebih banyak siswa. Ini akan membantu mengurangi beban pada sekolah negeri, sekaligus memberikan lebih banyak pilihan bagi orang tua dan siswa,” ujarnya.
Dengan langkah ini, para orang tua tidak perlu lagi memaksakan anaknya bersekolah di sekolah negeri yang mungkin jaraknya jauh dari rumah, yang justru akan menambah beban biaya transportasi. Rudi percaya, kolaborasi antara pemerintah dan sekolah swasta ini bisa menciptakan keseimbangan yang dibutuhkan dalam dunia pendidikan di Depok.
Kandidat yang Paham Kompleksitas Pendidikan Layak Diperhitungkan
Di tengah janji kampanye yang dilontarkan para calon walikota, masyarakat Depok tentu berharap akan muncul sosok pemimpin yang benar-benar paham kompleksitas masalah pendidikan di kotanya. Janji pembangunan sekolah negeri mungkin terdengar menggiurkan, tetapi tanpa solusi nyata untuk jangka pendek, seperti kolaborasi dengan sekolah swasta, masalah pendidikan tak akan selesai dalam waktu dekat.
“Calon yang peka terhadap kondisi pendidikan, yang tak hanya fokus pada pembangunan fisik tetapi juga memikirkan solusi untuk masalah-masalah PPDB setiap tahunnya, tentu akan mendapat perhatian lebih dari masyarakat,” tutur Rudi.
Pendidikan sebagai Investasi Masa Depan Depok
Pada akhirnya, janji kampanye terkait pendidikan harus lebih dari sekadar retorika. Warga Depok berharap agar para calon pemimpin mampu menawarkan solusi yang realistis dan segera dapat diterapkan. Pendidikan yang berkualitas, mudah diakses, dan terjangkau bagi semua lapisan masyarakat, baik melalui sekolah negeri maupun swasta, adalah harapan terbesar.
Calon walikota yang mampu merangkul berbagai elemen pendidikan, termasuk sekolah swasta, serta menjawab kebutuhan mendesak masyarakat, diprediksi akan mendapatkan dukungan besar dalam Pilkada Depok mendatang( JW )