Seputar Depok

Masyarakat Depok Deklarasi Tolak LGBT

Sementara pimpinan Majlis Taklim Attaubah Robby Dongkal menambahkan "Kami tidak membenci orangnya,tapi kami membenci perilakunya yang menyimpang. LGBT harus diberantas".

tribundepok.com – Beberapa element Masyarakat Kota Depok antara lain Fahmi Tamami Depok Pimpinan KH. Abu Bakar Madris, MT Khadijatul Ridho pimpinan Ust. Hm Fauzan dan Umi Utzh Hj.Siti Khadijah, MT At Taubah pimpinan Kyai Robby Dongkal, LSM Kapok Pimpinan Kasno , Front Rakyat Depok Pimpinan Pardonk, Aliansi Masyarakat Anti Maksiat Pimpinan Arif Poy Hakim, Arema Nusantara Depok pimpinan Cak Anton, FWT pimpinan Yamin dan lain lain mendeklarasikan sikapnya menolak LGBT bertempat dihalaman Mesjid Jami Al Ikhlas Cilodong, Koordinator Deklarasi Kyai Abubakar Madris mengatakan” LGBT Itu Haram, dan merupakan sumber penyakit, maka itu kami menolaknya”.

Sementara pimpinan Majlis Taklim At Taubah Robby Dongkal menambahkan “Kami tidak membenci orangnya, tapi kami membenci perilakunya yang menyimpang. LGBT harus diberantas”.

Dikesempatan itu Kasno menambahkan bahwa” kami mendukung sikap walikota Depok yang akan merazia LGBT. dan ini harus kongkrit. Pemkot jangan takut.harus tegas ” ujar kasno keras.

Sementara Pardonk dari Front Rakyat Depok mengatakan” LGBT di Depok sudah menjadi masalah besar, harus segera dicari solusi tepat.

Rencana razia terhadap LGBT harus didukung, tetapi pembinaan terhadap penderita LGBT juga harus dilakukan, harus ada win win solusion, tapi yang jelas perilaku LGBT adalah penyimpangan dan dilarang oleh Agama, sedini mungkin kita harus cegah. Anak-anak kita jangan sampai terjangkit LGBT”.

Sikap lebih keras ditunjukkan oleh Arif Poy Hakim ” usir LGBT dari Depok kalo mereka gak mau bertobat” ujarnya. Sementara Cak Anton dan Ustz Hj.Khodijah sama sama mengutuk keras perilaku LGBT.

“Komnas Ham harus mencabut surat yang dikeluarkan terhadap walikota Depok,kami warga Depok mendukung upaya walikota untuk menjadikan depok bebas dari LGBT. (pardy)

Show More

Related Articles

Leave a Reply

Back to top button
Close
Close