Pendidikan

Edukasi Pubertas di SDN Sukmajaya 5

Menurut Eti sudah menjadi kewajiban semua pihak untuk menjaga perilaku anak di usia jelang remaja dimana pengaruh dari luar sangat kental.

tribundepok.com – Ratusan siswa dan siswi kelas 5-6 SDN Sukmajaya 5 mengikuti edukasi pemahaman pubertas bertempat di aula sekolah tersebut Senin ( 9/12 ). Penyuluhan tentang perkembangan anak di usia menjelang remaja tersebut dibawakan secara menarik oleh dr. Mery Sulastri dari Pundi Fharma.

“ Meskipun di sekolah kami dan guru-guru lain sering mengingatkan dan memberikan arahan khususnya kepada siswa dan siswi terutama yang akan memasuki usia remaja yaitu yang duduk dikelas 5 dan 6, tentang cara bersikap terhadap lawan jenis, namun kegiatan penyuluhan seperti ini kami anggap penting,” ujar Eti Susanti Kepala sekolah SDN Sukmajaya 5.

Menurut Eti sudah menjadi kewajiban semua pihak untuk menjaga perilaku anak di usia jelang remaja dimana pengaruh dari luar sangat kental.

Terutama memberitahu anak putri bagaimana bersikap terhadap anak lelaki seusianya ataupun lebih dewasa, baik cara bergaul di lingkungan sekolah, di rumah maupun ditempat aktifitas lainnya.

“ Awalnya karena banyak anak anak kami yang begitu manja terhadap gurunya terutama kaum siswi, kami lantas mengantisipasi agar tidak terjadi sesuatu hal yang negatif di sekolah kami. Kan kita sering mendengar berita tentang pelecehan terhadap siswa dan lain sebagainya. Jadi kami coba memberi penyuluhan bagaimana siswa harus menjaga sikap,” tambah Eti.

Di SD Sukmajaya 5 setiap sebulan dua kali pihak sekolah mencoba berikan penyuluhan baik dari sisi agama, perilaku, kesehatan misalnya tentang masa haid bagi siswi atau mengenal bagian –bagian tubuh yang tabu disentuh lawan jenis , tentunya sebatas edukasi.

Pihak sekolah memandang hal ini perlu dilakukan karena di era globalisasi seperti sekarang ini, semua siswa pelajar membawa alat komunikasi.

” Memang kami tidak melarang karena HP bisa juga dijadikan sarana referensi bahan belajar, namun kami batasi pemakaiannya terutama tidak dalam KBM berjalan atau hanya bisa dipergunakan saat istirahat, saat pulang sekolah. Kami khawatir hanya dengan sentuhan jari saja anak anak sudah bisa terakses dengan internet, dimana semua situs gampang terbuka tanpa batasan, bisa saja mereka melihat yang tidak seharusnya dilihat anak seusianya. Tinggal kami menyikapi dengan mendadak lakukan sidak melihat konten yang mereka sering buka dan lain sebagainya, bila ketahuan tentu kami akan ambil tindakan dan kami panggil orang tuanya,” ujar Eti.

Eti menambahkan, kedepan antisipasi berupa penyuluhan tentang pubertas tersebut akan dilakukan dengan peserta para guru bahkan orang tua siswa.

“ Agar mereka bisa faham dan menghindari permasalahan misalnya saja bila ada siswa selalu nglendotan tiba tiba secara tidak sengaja tersentuh bagian tertentu dan anak tersebut lapor terhadap orang tuanya. Jangan sampai timbul tudingan pelecehan dan sebagainya. Begitu pula masalah kesehatan putrinya terkait menstruasi, karena masih banyak orang tua tidak memahami ciri ciri anaknya yang sudah memasuki masa menstruasi dan bagaimana cara membersihakan sebelum alat pembalutnya di buang dan sebaginya,’ pungkas Eti Susanti. ( toro )

Show More

Related Articles

Leave a Reply

Back to top button
Close
Close