BerandaUncategorizedDebat I Walikota dan Wakil, Idris – Imam Unggul

Debat I Walikota dan Wakil, Idris – Imam Unggul

tribundepok.com – Debat perdana Calon Walikota dan wakil walikota Depok ditayangkan di televisi.  Warga Depok bisa menilai sejauh mana kesiapan ke dua calon dalam memimpin Depok ke  depannya. Cukup seru kedua pasangan memiliki pemikiran yang cukup berpihak pada kebutuhan  warga Depok dari sudut pandangnya masing-masing. Pengamat politik yang juga mantan wakil  ketua DPRD Depok, Agung Witjaksono menilai debat pertama ini belum banyak yang bisa  disimpulkan kecuali para Paslon masih menunjukkan karakter masing-masing.

“ Idris nampak lebih siap dan menguasai permasalahan , mungkin karena pengalamannya menjadi
wakil walikota dan juga walikota yang cukup rajin terjun ke masyarakat dan mencatat, ia tahu persis
apa yang dilakukan dan akan di lakukan. Sayang pemaparannya sedikit text book jadi dari gesture
Nampak kurang hidup. Debat baru tampak menarik saat „emosinya‟ terusik ketika rivalnya  mengkritik bahwa 15 tahun Depok pembangunan hanya terfokus di Margonda dan jauh tertinggal  dibanding kota lain. Idris sedikit emosional memaparkan sejumlah prestasi yang telah diraih secara  nasional dan mementahkan semua serangan lawannya. Klimaksnya, Idris memaparkan bahwa  pihaknya sudah membangun dan berprestasi justru di bidang yang dianggap “kelemahan  pemerintahannya” oleh sang rival dan bukan baru merencanakan akan membangun ,” tambah  Agung. Ia menilai di bagian itulah Idris menampakkan keunggulannya dengan elegan.

Sebaliknya, ada sedikit kesalahan dari Pradi Supriatna, menurut Agung, alih-alih membeberkan
gagasan 2 baru ke depannya, ia justru banyak melakukan koreksi , namun sang Paslon lupa, ia juga
merupakan bagian dari pemerintahan yang dikritiknya tersebut, suka ataupun tidak suka.
“Apa yang disampaikan jadi tidak menguntungkan untuk dirinya sendiri, apalagi ketika dengan
cerdik Idris membalikkan permasalahan dengan menanyakan langkah Pradi ke depan dalam
beberapa istilah pemerintahan dan Pradi nampak tidak memahami dan salah menjawab. Ini bisa
“membahayakan” dirinya yang seolah tidak mengerti tata pemerintahan dan tidak trahu
perkembangan Kota Depok, meski kedudukannya wakil wali kota,” ujar Agung menyayangkan.

Sementara Imam Budi Hartono, calon wakilnya yang punya pengalaman cukup matang di DPRD
Depok dan Propinsi juga nampak leading dalam menjawab pertanyaan , sayang sedikit kurang
dalam kontrol emosi hingga terkesan meremehkan lawan , apalagi saat mengetahui lawannya tak
menguasai permasalahan Afifah sibuk menyoroti kekurangan lawan, seolah semua kondisi serba
buruk, tapi Imam lugas mematahkan dengan menggambarkan bahwa kondisi seperti itu terjadi
puluhan tahun lalu dan sekarang sudah jauh lebih maju dan modern lebih maju. ” papar Agung.
Senada dengan Agung, Hj. Nunung , politisi PPP juga menilai Idris-Imam lebih siap untuk debat kali ini.

“ Mereka siap dengan data dan tahu benar apa yang sekiranya akan di‟serang” oleh lawan. Tak hanya mengemukakan fakta prestasi dan pembangunan yang ada, pasangan ini juga sempat menyudutkan rival dengan pertanyaan ringan terkait istilah dalam pemerintahan. Dan Afifah yang digadang-gadang akan memperjuangkan nasib wanita di Depok, terpaksa “menelan” pil pahit ketika ditanya program apa yang akan dilaksanakan terkait APE dan nampak Afifah tidak mengerti istilah tersebut padahal APE ( Anugerah Parahita Ekapraya) merupakan bentuk pengakuan atas komitmen dan peran pimpinan kementerian / lembaga dan pemerintahan daerah , dalam upaya mewujudkan kesetaraan dan keadilan gender melalui strategi pengarusutamaan gender (PUG) . Ia juga tidak tahu sejauh mana wanita di Depok sudah maju dan meraih banyak prestasi baik secara regional dan nasional di berbagai bidang baik PKK, UMKM, seni budaya, agama dan lainnya. Ini menjadi titik kelemahannya, padahal” jualannya” adalah wanita yang akan memperjuangkan nasib dankemajuan wanita di Depok,” ujar Hj. Nunung, mantan aleg Kota Depok.

Baik Hj. Nunung dan Agung menyimpulkan dalam debat ini belum terkupas mengenai gagasan dan
program kedepan secara detil, hingga masyarakat tahu mana yang lebih baik. “ Baru kulitnya saja,
keduanya sibuk dengan hal lain, Paslon 1 sibuk menyerang kekurangan lawan dan yang lainnya
sibuk memaparkan bantahan dan membeberkan sejumlah keberhasilan. Tentang program kerja ke
depan keduanya masih di awang-awang. Contohnya bagaimana pemenuhan alokasi 5 M per
kelurahan belum terjabarkan,” ujar Agung Witjaksono, yang juga mantan Ketua salah satu partai
politik ini. “ Ya mungkin dalam debat berikutnya keduanya lebih matang dan bisa memenuhi
harapan masyarakat Depok untuk mengetahui pemeparan gagasan dan program mereka ke depan,
bukan lagi saling serang kelemahan lawan,” pungkas Agung Witjaksono. (toro)

tribundepok.com
tribundepok.comhttp://tribundepok.com
tribundepok.com - faktual update
spot_imgspot_imgspot_img

Berita Terbaru

COPYRIGHT © 2018 TRIBUNDEPOK.COM. ALL RIGHTS RESERVED

Wakil Ketua DPRD Depok Imbau Orang Tua Antar Anak di Hari...

0
tribundepok.com - Memasuki tahun ajaran baru 2024-2025, Wakil Ketua DPRD Depok dari Fraksi Partai Gerindra, Yetty Wulandari, mengimbau para orang tua untuk mengantar anak-anak...

Ternyata BLP Benar-Benar Di Grudug Massa

0
tribundepok.com - Gedung Badan Lelang & Pelayanan(BLP) Kota Depok pagi hari Kamis,18 juli 2024 terlihat hiruk pikuk dan ramai sekali. Ternyata Sekitar 100 massa yang...

PT Tirta Asasta Depok Selenggarakan Focus Group Discussion Konservasi Air Tanah

0
tribundepok.com – Hotel Savero, 16 Juli 2024 — PT Tirta Asasta Depok, sebuah perusahaan yang berdedikasi dalam penyediaan dan konservasi air tanah, hari ini menyelenggarakan...