HomePendidikanDana Penilaian Tengah Semester Diduga Di Mark Up

Dana Penilaian Tengah Semester Diduga Di Mark Up

tribundepok.com – Depok – Penilaian Tengah semester atau dulu biasa disebut THB yang dilaksanakan tgl 9 sampai 14 maret yang lalu diduga ada Mark up dalam penggandaan soal-soalnya. Karena hasil pantauan kami,tiap siswa melalui dana BOS dikenakan biaya Rp. 10.500,- untuk 7 mata pelajaran, yang artinya tiap mata pelajaran dikenakan biaya 10.500 : 7 = Rp 1.500,-.

Padahal hasil investigasi kami, untuk biaya penggandaan 1 mata pelajaran yang terdiri dari 4 lembar, biayanya maksimal adalah 4xRp.200,- = Rp.800,-. Sehingga dengan demikian terjadi dugaan korupsi sebesar Rp. 1.500 – Rp. 800, = Rp. 700,- per mata pelajaran. Sehingga persiswa mark upnya adalah Rp.700,- X 7 mata pelajaran = Rp.4.900,-. Jikalau siswa SDN didepok berjumlah kurang lebih 300.000 siswa, maka jumlah uang yang di mark Up adalah Rp. 4.900 x 300.000 siswa = Rp. 1,470.000.000. Atau hampir 1,5 milyar.

Intinya ada mark up atau korupsi yang dilakukan berjamaah oleh para kepala Sekolah SD negeri di Depok bekerjasama atau kongkalingkong dengan pihak ketiga,dalam hal ini yang mencetak.
Kami sedang menyelidiki siapa yang menjadi pihak ketiga ini. Ada dugaan bahwa pihak ketiga ini adalah PT. Garda Prima Lestari. Kami sedang menyelidiki lebih dalam,” ujar Koordinator Aliansi Masyarakat Peduli Pendidikan Depok Imam Kurtubi. ” kami sedang mengumpulkan beberapa bukti,jika sudah lengkap hal ini akan kami laporkan kepada pihak berwajib,yakni kepolisian dan kejaksaan. Karena indikasi Korupsinya sudah sangat masif dan terstruktur” tambah Kurtubi Lagi.

Pantauan tribundepok.com,  memang sebelum libur panjang karena Covid-19, siswa-siswa SD seluruh Depok sudah mengadakan penilaian Tengah Semester atau dulu sering disebut THB. Semoga persoalan ini bisa segera dituntaskan kebenarannya. (pardy)

tribundepok.com
tribundepok.comhttp://tribundepok.com
tribundepok.com - faktual update
spot_imgspot_imgspot_img

Berita Terbaru

COPYRIGHT © 2018 TRIBUNDEPOK.COM. ALL RIGHTS RESERVED

Wali Kota Depok Perbolehkan ASN WFH di Hari Pertama Masuk Kerja:...

0
tribundepok.com - Kehadiran Aparatur Sipil Negara (ASN) di Kota Depok pada hari pertama masuk kerja mencapai angka yang mengesankan, dengan hampir 90 persen pegawai...

Menteri Dicap Goblok oleh Kader PDIP : Narasi Aturan Seragam Sekolah...

0
tribundepok.com - Dalam gelombang pernyataan kontroversial, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Nadiem Makarim, mendapat cap 'goblok' dari kader PDIP, Ferdinand Hutahean. Tudingan tersebut berakar dari...

Prestasi Gemilang: Empat Jurusan di FTUI Mendominasi Posisi Tertinggi dalam QS...

0
tribundepok.com - Fakultas Teknik (FT) Universitas Indonesia (UI) mencatat pencapaian gemilang dengan meraih peringkat 320 dunia pada subjek teknik dan teknologi dalam pemeringkatan The...