tribundepok.com — Polemik dugaan pengusiran wartawan di Gedung DPRD Kota Depok akhirnya menemui titik terang. Sekretariat DPRD (Sekwan) mendatangi kantor Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kota Depok pada Senin (16/2/2026) untuk memberikan klarifikasi sekaligus meluruskan informasi yang berkembang di ruang publik.
Sebelumnya, insiden yang melibatkan oknum staf sekretariat, Devi Wulandari, dengan sejumlah wartawan terjadi saat kegiatan “cucurak” menyambut Ramadan pada Jumat (13/2/2026).
Peristiwa tersebut sempat memicu reaksi dari kalangan jurnalis karena dinilai menghambat tugas peliputan di ruang publik.
Sekretaris DPRD Kota Depok, Kania Purwanti, menjelaskan bahwa pihaknya telah melakukan konfirmasi langsung kepada yang bersangkutan. Dari hasil klarifikasi tersebut, tidak terdapat maksud untuk mengusir wartawan. Namun diakui, terjadi kesalahpahaman dalam komunikasi di lapangan.
Oknum staf yang terlibat juga telah menyampaikan permohonan maaf kepada dua wartawati yang merasa kurang nyaman atas kejadian tersebut. Secara kelembagaan, Kania Purwanti turut menyampaikan permohonan maaf dan menjadikan peristiwa ini sebagai bahan evaluasi untuk memperbaiki pola komunikasi dan pelayanan kepada media.
“Kami tetap membuka ruang komunikasi konstruktif dengan seluruh insan pers dan berharap kemitraan yang selama ini terjalin dapat terus dijaga dalam semangat saling menghormati dan profesionalisme,” ujar Kania.
Ketua PWI Kota Depok, Rusdy Nurdiansyah, membenarkan bahwa rombongan Sekwan telah hadir untuk memberikan penjelasan. Ia menyebut persoalan tersebut telah diselesaikan melalui musyawarah.
“Sudah ada pertemuan dan klarifikasi. Kedua belah pihak saling memaafkan dan menyesali kejadian tersebut. Kami anggap ini murni kesalahpahaman,” ujarnya.
Rusdy Nurdiansyah juga mengingatkan pentingnya profesionalisme wartawan dalam menjalankan tugas jurnalistik, termasuk menjaga etika dan komunikasi yang baik di lapangan.
Menjelang bulan suci Ramadan, ia berharap semua pihak dapat menahan diri dan menciptakan suasana yang lebih sejuk dan kondusif.
Sementara itu, Ketua DPRD Kota Depok, Ade Supriyatna, turut menyampaikan penyesalannya atas insiden tersebut. Ia menegaskan bahwa wartawan merupakan mitra strategis lembaga legislatif dalam menyampaikan informasi kepada masyarakat.
“Kami sangat menyesalkan kejadian itu. Wartawan adalah mitra kami. Semua pihak harus saling menjaga marwah dan profesionalisme agar hal serupa tidak terulang kembali,” tutur Ade Supriyatna.
Dengan adanya klarifikasi dan sikap saling memaafkan, polemik ini dinyatakan selesai. Kedua belah pihak berkomitmen memperkuat sinergi dan menjaga hubungan harmonis, demi terciptanya iklim komunikasi yang sehat antara lembaga legislatif dan insan pers di Kota Depok, khususnya dalam menyambut Ramadhan yang penuh kedamaian.*
Editor : Joko Warihnyo
