tribundepok.com – Wali Kota Depok, H. Supian Suri, memastikan calon jamaah haji asal Kota Depok yang akan menunaikan ibadah pada 2026 mendapat pelayanan maksimal. Komitmen tersebut ditegaskan saat meresmikan Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kota Depok di Ratujaya, Cipayung, Selasa (10/2/2026).
Menurut Supian Suri, kehadiran kantor tersebut menjadi langkah strategis untuk meningkatkan kualitas layanan sekaligus mendekatkan akses bagi masyarakat.
“Kami Pemerintah Kota Depok tentunya dengan dukungan DPRD berupaya semaksimal mungkin mendukung hadirnya Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kota Depok,” ujarnya.
Ia berharap, keberadaan kantor ini mampu memberikan kemudahan dalam pengurusan administrasi, bimbingan, hingga pendampingan jamaah, sehingga seluruh proses berjalan lancar tanpa hambatan.
“Kita berharap kehadiran kantor ini benar-benar bermanfaat dan memberikan pelayanan maksimal kepada warga yang akan menunaikan ibadah haji dan umrah,” katanya.
Supian Suri juga menitipkan pesan khusus kepada jajaran Kantor Kementerian Haji dan Umrah agar memastikan kesiapan jamaah secara menyeluruh, baik dari sisi administrasi, kesehatan, maupun pembinaan manasik.
“Kami harap jamaah yang akan ke Tanah Suci dilayani dan dibimbing dengan baik, berangkat dalam kondisi sehat dan kembali ke tanah air juga sehat tanpa hambatan apa pun,” tegasnya.
Keberangkatan Dipusatkan di Masjid Agung Jatijajar
Sementara itu, Yayasan Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah (KBIH) Ibnu Hasan, Habib Idrus Al Gadri, menyambut baik dukungan Pemkot Depok. Ia mengungkapkan, pada 2026 keberangkatan calon jamaah haji direncanakan dipusatkan di Masjid Agung Jatijajar atau Masjid Jami’ Asy-Syahid Jatijajar.
Masjid tersebut dinilai representatif karena terintegrasi dengan rencana pengembangan layanan haji dan umrah di Kota Depok. Selama ini, lokasi keberangkatan jamaah kerap berpindah-pindah. Terakhir, pelepasan jamaah dilakukan di halaman Balai Kota Depok, Jalan Margonda.
“Kita menyambut baik jika keberangkatan bisa dipusatkan di Masjid Agung Jatijajar. Ini akan lebih tertata dan memudahkan koordinasi,” ujarnya.
Manasik Haji Sekaligus Promosi Wisata Lokal
Menjelang keberangkatan, jamaah KBIH Ibnu Hasan juga mengikuti manasik haji di kawasan Situ Rawa Besar, Kampung Lio. Kegiatan ini tidak hanya menjadi sarana pembekalan ibadah, tetapi juga upaya memperkenalkan potensi wisata alam Kota Depok.
“Kita punya pikiran untuk menyegarkan suasana sekaligus memperkenalkan wisata alam Depok. Biar jamaah lebih rileks dan siap secara fisik maupun mental,” kata Habib Idrus.
Ia berharap pemerintah dapat terus memaksimalkan potensi destinasi wisata alam, termasuk Situ Rawa Besar dan sejumlah danau lainnya, sebagai ruang publik yang bermanfaat bagi masyarakat.
“Nah makanya salah satu ikhtiar kami merawat situ ini di antaranya dengan menggelar manasik haji di sini, sekaligus mengenalkan Situ Rawa Besar sebagai kebanggaan orang Depok,” tuturnya.
Habib Idrus menambahkan, manasik tersebut merupakan yang terakhir sebelum memasuki Ramadan. Tahun ini, jumlah calon jamaah haji yang tercatat di KBIH Ibnu Hasan mencapai sekitar 218 orang.
“InsyaAllah jamaah siap berangkat ke Tanah Suci. Ratusan jamaah ini sudah memenuhi syarat kesehatan dan persyaratan lainnya,” pungkasnya.
Dengan dukungan pemerintah daerah dan fasilitas layanan yang semakin terintegrasi, Kota Depok optimistis penyelenggaraan haji 2026 akan berjalan lebih tertib, nyaman, dan profesional, sekaligus memberi pengalaman spiritual terbaik bagi para jamaah.*
