Beranda.Sirene Literasi Menggugah Dunia Pendidikan Lewat Seni

Sirene Literasi Menggugah Dunia Pendidikan Lewat Seni

tribundepok.com – Dunia Pendidikan sedang tidak baik-baik saja. Padahal siapapun tahu , sisi kehidupan manapun bertitik -tolak dari pendidikan. Cikal bakal segala profesi lahir dari pendidikan. Keberhasilan manusia berawal dari pendidikan begitupun sebaliknya kegagalan dalam kehidupan , kebobrokan moral dan kehancuran juga berawal dari kesalahan menerapkan pendidikan , kegagalan pendidikan menanamkan ilmu sekaligus nilai-nilai kebaikan,

Keresahan inilah yang ditangkap Angger Samudera, sutradara Teater Realis Simbolik yang lantas menuangkannya dalam pentas berjudul Sirene di Negeri Literasi . Tak tanggung-tanggung bersama Raharjo , produsernya mereka menggandeng 150 siswa dari sekitar 30 sekolah dari Bogor, Kabupaten Bogor, Depok dan Jakarta. Bukan hanya siswa dari sekolah normal, tetapi juga siswa disabilitas seperti Sekolah Alam Disabilitas
Permadani dari Kabupaten Bogor.

“Mudah mudahan dengan Sirene di Negeri Literasi ini anak-anak jadi paham bahwa dunia pendidikan bukan persoalan bagaimana kita nanti dapat pekerjaan melainkan proses pengabdian terhadap ilmu yang sudah didapat. Hakekatnya kita cari ilmu itu bukan agar kita bisa cari duit melainkan bisa bermanfaat bagi orang lain,” ujar Angger.

Pementasan yang di gelar di gedung Laga Satria Pakan Sari, Sabtu ( 31 /1/26) ini antara lain dihadiri Wakil ketua DPRD kabupaten Bogor KH. Agus Salim , Kadispora Asnan AP, perwakilan Disdik Kabupaten Bogor.

Tampilan dibuka dengan nyanyian kemudian puisi suara hati anak-anak disabilitas yang berjudul Aku Ada. Dibawakan dengan bahasa isyarat oleh siswa dan guru Sekolah Alam Disabilitas Permadani. Disusul dengan puisi Sesuatu yang berkisah tentang kerinduan seorang ayah.

Pementasan Sirene di Negeri Literasi terasa pekat, kental makna dan menarik ratusan siswa yang berasal
dari puluhan sekolah berbeda antara lain, SMAN 1 Citeureup, SMA Plus PGRI Cibinong, SMAN 4 Cibinong ,SMAN1 Babakan Madang , SMAN 4 , Bogor SMAN 4 Depok, SMA Sejahtera 1 Depok, SMK Citra Negara , SMPN 19 Jakarta, SDN Kebayoran lama 05, MTs Pesantren Al- Hamidiyah dan puluhan sekolah lainnya di Kabupaten Bogor, Kota Bogor, Depok dan Jakarta.
Mereka menyatu dalam peran, inilah ekspresi anak muda , semangat, tak terbendung bicara soal keresahan.

Mereka tak berteriak dijalan tapi menggugah lewat seni karena seni bisa bicara lebih lantang namun indah. Bicara tentang rasa tanpa harus menyakiti perasaan yang menontonnya.Jika mereka saja tergugah dan tumbuh kesadaran akankah pemerintah diam saja. Bukankah banyak yang harus dibenahi. ?!

Tak hanya pembenahan dunia pendidikan, lewat Sirene di Negeri Literasi Angger juga ingin menggugah pemerintah tentang hal lain, sarana berkreasi.
” Cobalah menengok anak-anak muda ini, mereka begitu bersemangat untuk tampil . Ini bukti bahwa seni punya tempat sendiri, alangkah baiknya jika mereka punya tempat berekspresi. Gedung kesenian, misalnya..” papar Angger Samudera.

Senada dengan Angger, Raharjo sang produser dari Rumah Kreasi Nusantara pun punya harapan yang sama.
” Lewat pentas ini kami berusaha memberikan makna, edukasi yang dibalut dengan pentas teater yg di dalamnya adalah penampilan anak2 dari semua kalangan dari normal hingga disabilitas itu menunjukkan bahwa kreasi itu tanpa batas,” ujar Raharjo yang juga pimpinan Teater Pelajar Indonesia ( TEPI).

Baginya menggandeng pelajar untuk menyentuh sisi kehidupan secara simbolik lewat teater adalah cara terbaik (d’toro)

tribun depok
tribun depokhttp://tribundepok.com
tribundepok.com - faktual update